Analisa Cepat Masalah “Radius Not Responding” di Mikrotik
Mikrotik RouterOS menggunakan protokol RADIUS (Remote Authentication Dial In User Service) untuk mengelola otentikasi, otorisasi, dan akuntansi pengguna jaringan. Saat pengguna tidak dapat terhubung ke hotspot atau VPN karena "Radius not responding", penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari konfigurasi yang salah, kesehatan jaringan, hingga masalah server RADIUS. Artikel ini akan membahas secara detail bagaimana melakukan analisa cepat, mengidentifikasi akar masalah, dan memecahkan isu tersebut dengan langkah‑langkah praktis.
1. Konsep Dasar RADIUS di Mikrotik
RADIUS bekerja dengan cara client (misalnya hotspot Mikrotik) mengirimkan paket otentikasi ke server RADIUS. Server kemudian mengembalikan respons yang memutuskan apakah client diberikan akses atau ditolak. Berikut unsur penting dalam konfigurasi RADIUS Mikrotik:
- Server – Alamat IP/Rajinah server RADIUS, port (1812 untuk otentikasi, 1813 untuk akuntansi), dan shared secret.
- Method – Mencakup “both”, “authentication”, atau “authorization” tergantung peran.
- Lag – Lap panjang (log) penyederhanaan waktu respons.
- Timeout & Retries – Retry dan timeout default 10 detik, bisa disesuaikan.
Jika server RADIUS tidak merespon, Mikrotik akan menampilkan pesan “Radius not responding” pada log atau sistem otentikasi.
2. Penyebab Umum RADIUS Tidak Merespon
Mengidentifikasi penyebab seringkali dimulai dengan beberapa kriteria:
- Server RADIUS offline atau tidak tersedia.
- Port UDP 1812/1813 diblokir oleh firewall atau NAT.
- Kesalahan shared secret atau konfigurasi mis‑address.
- Komunitas jaringan (latensi tinggi, packet loss).
- Masalah time‑sync (UTC/Timezone).
- Pengaturan “radius” pada Mikrotik terkhianat (unchanged, disabled).
- Pengaturan PR/Connect tidak sesuai.
Langkah selanjutnya adalah memverifikasi dan mengecek setiap kemungkinan.
3. Pengecekan Kualitas Jaringan dan Konektivitas
3.1 Verifikasi Koneksi Physical
Mulailah dengan memastikan kabel dan port switch berfungsi. Gunakan perintah /interface monitor-traffic atau /interface ethernet print untuk memastikan link pada port menuju server RADIUS aktif.
3.2 Ping Pasien RADIUS
Gunakan perintah /ping <ip_server> untuk menguji latensi dan packet loss. Contoh:
/ping 10.0.0.254
Pastikan waktu RTT (Round Trip Time) di bawah 100 ms dan tidak ada kehilangan paket.
3.3 Traceroute untuk Pemetaan Jalur
Jika ping menunjukkan latency tinggi atau paket hilang, jalankan traceroute untuk mengidentifikasi titik gagal:
/tool traceroute 10.0.0.254
Perhatikan setiap hop yang tampil 0 ms atau timeout.
4. Pemeriksaan Konfigurasi Mikrotik
4.1 Periksa Entitas RADIUS di Mikrotik
Buka konfigurasi radius:
/radius print
Hasilnya akan menampilkan entri server, port, method, dan shared secret. Pastikan semua nilai konsisten.
4.2 Verifikasi Specify IP Address dan Port
Jika port default (1812/1813) tidak standar, ubah di /radius. Contoh: menambah server baru
/radius add address=10.0.0.254 port=1812 secret="mikrotik123" service=both
4.3 Pastikan Service Mensyaratkan Auth/Acct
Jika Anda hanya menggunakan layanan otentikasi, atur service=authentication. Jika Anda juga menggunakan logging akuntansi, opsi service=authentication,accounting diperlukan.
4.4 Cek Koneksi Firewalls dan NAT
Periksa apakah ada firewall rules yang memblokir UDP 1812/1813:
/ip firewall filter print /ip firewall nat print
Pastikan tidak ada rule yang menolak atau mengubah paket ini.
4.5 Cek Setting Custom Radius Timeout
Default timeout 10 detik. Jika server lambat merespon, bisa menyesuaikan timeout lebih lama:
/radius set duration=20
Atau gunakan retries=3 untuk mencoba kembali tiga kali.
4.6 Verifikasi Interface RADIUS
Pastikan interface yang dialokasikan untuk RADIUS (misalnya VLAN tertentu) tidak memiliki jam reroute atau filter yang tidak terduga. Lakukan:
/interface print
Pastikan interface link aktif dan tidak down.
5. Pemeriksaan Konfigurasi Server RADIUS
5.1 Server RADIUS Online?
Pastikan server RADIUS aktif. Jika menggunakan FreeRADIUS, periksa servis:
systemctl status freeradius
Jika layanan berhenti, restart:
systemctl restart freeradius
5.2 Shared Secret Konsisten
Periksa file konfigurasi server (/etc/freeradius/3.0/clients.conf):
client mikrotik {
ipaddr = 192.168.88.1
secret = mikrotik123
}
Pastikan secret sama dengan yang di Mikrotik.
5.3 Log Server RADIUS
Periksa log RADIUS untuk adanya deny atau error:
tail -f /var/log/freeradius/radius.log
Jika terdapat error “shared secret mismatch” atau “RPC” maka konfigurasi tidak cocok.
5.4 Periksa Status UDP Ports
Pastikan UDP 1812/1813 terbuka pada server. Jalankan:
netstat -u -n | grep 1812
atau gunakan ss -u -n.
6. Pemeriksaan Log Mikrotik
6.1 Log Radius
Gunakan perintah /log print search=radius untuk menampilkan entri radius. Contoh output :
0: type:info time:'2024-08-16 12:03:10' [radius] server 10.0.0.254 1: type:warning time:'2024-08-16 12:03:12' [radius] radius not responding
Log ini menunjukkan radius dalam hitungan detik dan biarkan perhatikan waktu.
6.2 Log Firewall
Periksa apakah terjadi drop atau reject pada port RADIUS:
/log print filter=drop
6.3 Log System
Periksa koreksi klok sistem: /system clock print. Jika offset jam > 5 detik, server dapat menolak karena mismatched timestamp.
7. Analisa Packet Sniffer MikroTik
Gunakan /tool packet-sniffer di Mikrotik untuk mengamati paket RADIUS keluar dan masukan. Jalankan:
/tool packet-sniffer set enabled=yes filter="udp port 1812"
Perhatikan lalu lintas. Jika tidak ada packet keluar, kemungkinan konfigurasi filter atau shared secret salah sebelum request terkirim. Jika paket keluar tetapi tidak ada balasan, masalah berada di sisi server atau jaringan.
8. Menggunakan Client RADIUS Eksternal
Untuk menguji server secara eksternal, gunakan tools seperti radclient pada Linux atau Windows command line:
radclient -x 10.0.0.254 auth testing123 secret mikrotik123
Perhatikan output. Jika menerima “Access-Accept” atau “Access-Reject” maka server berfungsi. Jika tidak, lalu lintas dan konfigurasi defective.
9. Menghitung dan Memahami Timeout di RADIUS
Timeout 10 detik default sangat ketat pada jaringan yang memiliki latency tinggi atau server dengan beban CPU. Hal ini dapat diatur lewat /radius set duration=30. Pastikan retry juga cukup tinggi tetapi tidak terlalu lama.
10. Memastikan Port UDP Terbuka di Semua Path
Periksa setiap titik (router, firewall, NAT) untuk memastikan port UDP 1812/1813 tidak di-override. Anda dapat menggunakan telnet atau nc untuk menguji konektivitas pada port. Contoh:
nc -zv 10.0.0.254 1812
Jika koneksi berhasil, port terbuka.
11. Memperhatikan DNS dan Resolusi Host
Jika alamat RADIUS diatur menggunakan hostname (misalnya radius.server.local), pastikan DNS resolver di Mikrotik dapat menemukan alamat. Periksa:
-
/ip dns print
-
/ip dns lookup radius.server.local
Jika tidak dapat diselesaikan, beralih ke IP langsung.
12. Menyesuaikan Pengaturan “Lag” dan “Outbound Interface”
Periksa apakah RADIUS dikonfigurasi dengan interface tertentu (outbound interface). Gunakan /radius set interface=ether1 jika perlu. Ini penting bila router memiliki beberapa interface dengan routing berbeda.
13. Memastikan Tidak Ada Konflik IP atau VLAN
Jika kota network menggunakan banyak VLAN, pastikan VRRP atau IP addresses tidak bertabrakan. Gunakan /ip address print untuk mengecek kebingungan IP. Jika IP RADIUS berada di VLAN yang tidak melalui router, pastikan routing path sudah diatur.
14. Memperbarui Firmware MikroTik
Bug pada versi tertentu RouterOS dapat memengaruhi integrasi RADIUS. Pastikan perangkat menjalankan versi terbaru. Periksa dengan:
/system package update check-for-updates
Jika update tersedia, lakukan pemasangan. Setelah reboot, ulang konfigurasi dan pastikan server berjalan.
15. Memperbaiki Shared Secret
Jika shared secret diketahui rusak atau garansi tidak, hapus dengan:
/radius remove [find address=10.0.0.254]
Tambahkan kembali dengan secret baru. Selalu ketik secret secara manual untuk menghindari kesalahan copy-paste. Pastikan tidak ada spasi di depan atau belakang. Sesinya adalah", not as a variable.
16. Pengujian Timeout Sesuai Koneksi
Jika perbaikan tidak menjawab, lakukan pengujian dengan menambah timeout dan ambil log. Gunakan:
/radius set duration=30 retries=5
Perhatikan log radius. Biasanya jika server high-latency, retry akan menampilkan status “transmissions” dan “retries” yang terlahikas.
17. Verifikasi Akses ke server RADIUS melalui SCP/SSH
Pastikan router dapat mengeksekusi logika atau FTP yang direferensikan ke server RADIUS. Jika server RADIUS terletak di jaringan terpisah, pastikan tidak ada route path yang hilang.
18. Menyiapkan “Debug” RADIUS di Server
FreeRADIUS menyediakan freerdedirace modul debug. Jalankan seperti:
freerdirace -v
Ia akan menampilkan semua input dan output, sehingga Anda dapat membandingkan payload yang dikirim oleh Mikrotik dengan yang diterima server.
19. Memvalidasi Hak Akses Virtual User
Jika menggunakan radclient atau hotspot userprofile untuk menghasilkan credential, pastikan pengguna sudah terdaftar di server RADIUS dengan hak akses “accept”. Jika bergantung pada file /etc/freeradius/clients.conf atau users file, cek kembali.
20. Menyusun Checklist Cepat
- Pastikan IP server tidak down (ping).
- Pastikan UDP 1812/1813 terbuka di semua titik.
- Verifikasi bilah shared secret dan servis yang terdaftar.
- • Lihat log radius mikrotik.
- • Lihat log server RADIUS.
- • Pastikan firewall atau NAT tidak memblokir.
- • Sesuaikan timeout bila latency tinggi.
- • Pastikan jam waktu sinkron.
- • Pastikan DNS resolusi.
- • Uji dengan radclient untuk membedakan masalah server vs jaringan.
- • Update firmware jika bug dikenal.
21. Contoh Praktik Reboot/Re-Add Radius
Jika semua konfigurasi tampak correct namun masih gagal, langkah cepat ialah hapus entri radius lalu tambahkan lagi. Contoh:
/radius remove [find address=10.0.0.254] /radius add address=10.0.0.254 port=1812 secret="mikrotik123" service=both interface=ether1
Setelah itu, restart module radius:
/radius disable /radius enable
22. Memanfaatkan Komunitas dan Dokumentasi Resmi
Jika isu masih belum terpecahkan, kunjungi website [mikrotik](https://mikrotik.com) atau forum.mikrotik.org. Cari subforum “Radius” atau “Hotspot” dan lihat thread sejenis. Pada acara ““ server RADIUS mis-match” maka ada sinyal rekan yang mungkin memiliki solusinya. Kontak cukup di /ip address print etc.
23. Pentingnya Monitoring Jangka Panjang
Setelah masalah diatasi, disarankan menyiapkan monitoring RADIUS. Mikrotik menyediakan /tool graphing-stats, /tool netwatch, dan /tool bandwidth-test untuk memastikan tidak ada fluktuasi. Tambahkan alarm jika radius not responding terjadi lebih dari dua kali dalam 5 menit.
24. Penutup dan Rangkuman
Masalah “Radius not responding” di Mikrotik biasanya terkait tiga area utama: (1) jaringan antara Mikrotik dan server RADIUS (koneksi, firewall, port); (2) konfigurasi Mikrotik (radius entry, shared secret, timeout); (3) kondisi dan konfigurasi server RADIUS (laptop/ PC). Dengan langkah analisa di atas – mulai dari ping, traceroute, filter log, packet-sniffer, hingga verifikasi server melalui radclient – Anda dapat menemukan akar penyebab secara cepat dan mengimplementasikan solusi yang tepat.
Selalu simpan konfigurasi backup sebelum melaksanakan perubahan drastis. Dokumentasikan semua perubahan terbaca agar rekam jejak dan troubleshooting bersifat referensi di masa depan. Jika setelah semua upaya masih belum ada perbaikan, pertimbangkan konsultasi dengan profesional jaringan atau vendor.
Semoga panduan di atas membantu Anda memecahkan masalah “Radius not responding” di MikroTik dengan cepat dan efektif. Selalu perhatikan baik setiap layer dalam handle RADIUS: mulai jaringan, log sistem, hingga sisi server untuk hasil yang paling reliabel.