Kembali

Cara Mudah Backup dan Restore Data dari File Backup MikroTik

MikroTik RouterOS adalah sistem operasi router yang sangat fleksibel dan sering dipakai di jaringan perusahaan, kampus, dan ISP kecil. Seperti sistem jaringan lainnya, menjaga data konfigurasi router sangat penting. Jika terjadi kegagalan sistem, kehilangan data konfigurasi, atau upgrade firmware, Anda bisa mengembalikan konfigurasi menggunakan file backup yang sudah dibuat sebelumnya. Artikel ini akan menjelaskan secara terinci bagaimana cara membuat file backup, menyimpan dan mengatur backup secara otomatis, serta melakukan restore atau pemulihan konfigurasi dari file backup.

Persiapan Sebelum Membuat Backup

Sebelum memulai proses backup, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

Membuat Backup Manual Melalui Winbox atau Terminal

Berikut langkah-langkah membuat file backup secara manual menggunakan Winbox, WebFig, ataupun terminal (CLI). Semua langkah ini memanggil perintah /system backup save.

melalui Winbox

  1. Buka Winbox dan login ke router Anda.
  2. Di sisi kiri, pilih menu Files.
  3. Klik tombol Backup di pojok kiri bawah. Di sini, Anda akan melihat opsi berikut:
  4. Name: Nama file backup, contoh backup-2026-08-16.backup.
  5. Password: Opsi jika Anda ingin mengenkripsi backup.
  6. Setelah mengisi field, klik OK. Router membuat file backup secara otomatis dan menampilkannya di kotak daftar File.
  7. Anda sekarang bisa men-download file backup ke laptop atau server dengan mengklik kanan nama file dan pilih Download.

Melalui WebFig

  1. Login ke WebFig melalui browser.
  2. Masuk ke menu Files.
  3. Tekan tombol Backup di bagian bawah.
  4. Isi field Name dan opsional password.
  5. Jangan ragu untuk memilih checkbox Effective agar backup mencakup semua konfigurasi yang berlaku di sistem.
  6. Klik OK dan file backup akan muncul di daftar.
  7. Unduh file dengan mengklik kanan pada nama file.

Melalui Terminal (CLI)

Jika Anda lebih suka menggunakan command line, jalankan perintah berikut di terminal MikroTik:

/system backup save name=backup-2026-08-16 password=

Catatan: Jangan lupa mengisi password jika ingin mengenkripsi backup. Jika tidak menggunakan password, cukup hapus parameter password= atau kosongkan setelah tanda sama dengan.

Tip: Gunakan - sebagai karakter separator di nama file agar tidak mengandung spasi. Contohnya: backup-2026-08-16.backup.

Menangani Backup Otomatis dengan Scheduler

Manual backup memang cukup, namun untuk menjaga keselamatan data, sebaiknya backup dilakukan secara otomatis. MikroTik menyediakan fitur Scheduler untuk menjalankan perintah pada waktu yang ditentukan. Berikut cara menyiapkan backup otomatis setiap hari pukul 03:00 pagi.

Step 1: Membuat Script Backup

/system script add name="daily-backup" policy=ftp,read,write,policy,test,read,write,policy,execute
   source={
       /system backup save name=backup-$(/system clock get date)-$(/system clock get time).backup
   }

Perintah di atas menciptakan skrip dengan nama daily-backup. Skrip ini menggunakan fitur interpolation variabel untuk menambahkan tanggal dan waktu ke nama file backup. Outputnya akan seperti backup-2026-08-16-03-00-00.backup.

Step 2: Menambahkan Scheduler

/system scheduler add name="daily-backup-schedule" start-time=03:00:00 interval=24h on-event=daily-backup prefix=backup-

Dengan scheduler ini, setiap hari pada pukul 03:00 di sistem, script daily-backup dieksekusi. Parameter prefix akan menambahkan awalan backup- pada nama file.

Backup ke FTP

Jika Anda ingin menyimpan backup langsung ke server FTP, tambahkan opsi ftp di policy skrip dan gunakan perintah FTP melalui command line.

/tool fetch address=192.168.1.100 dst-path=backup-$(/system clock get date).backup mode=ftp user=ftpuser password=ftppass

Perhatikan bahwa koneksi ftp memerlukan hak akses yang tepat pada server FTP. Pastikan juga koneksi aman (sangat disarankan menggunakan SFTP jika memungkinkan).

Pentingnya Penghapusan Backup Lama

Jika Anda menyimpan banyak backup, ruang penyimpanan akan cepat terisi. MikroTik memberikan kemampuan untuk menghapus file lama secara otomatis menggunakan scheduler. Berikut contoh scheduler yang menghapus backup di atas 30 hari:

/system scheduler add name="clean-old-backup" start-time=start-uptime interval=1d on-event={
   /file remove [file find name~"^backup-.*.backup" value-name=name age>2592000]
}

Perintah ini menghapus setiap file backup yang lebih tua dari 30 hari (2592000 detik). Sesuaikan interval dan fungsi dalam skrip sesuai kebutuhan Anda.

Restore Data dari File Backup

Setelah memiliki file backup, memulihkan konfigurasi bisa dilakukan dalam satu langkah saja. Metode masih sama menempuh beberapa metode: Winbox, WebFig, atau terminal.

Melalui Winbox

  1. Login ke Winbox dan buka menu Files.
  2. Upload file backup yang ingin dipulihkan dengan mengklik tombol Upload dan pilih file dari komputer.
  3. Setelah file diupload, klik kanan pada file dan pilih Restore. Kemudian konfirmasi dengan Yes ketika diminta.
  4. Router akan melakukan proses restore dan meload konfigurasi. Setelah reboot, konfigurasi baru akan aktif.

Melalui Terminal

/system backup load name=backup-2026-08-16.backup

Jika backup terenkripsi, tambahkan opsi password=:

/system backup load name=backup-2026-08-16.backup password=Password123

Anda juga bisa melakukan proses restore tanpa reboot dengan /system reboot setelah load.

Restore setelah Pembaruan Firmware

Beberapa kali backup tidak kompatibel dengan versi firmware yang lebih baru. Jika Anda sudah mengupgrade router, lakukan backup pertama kali setelah upgrade. Setelah upgrade berhasil, Anda bisa melakukan restore, tapi selalu pastikan backup kompatibel. Kadang Anda perlu melakukan /system backup test untuk memverifikasi backup sebelum di-load.

Perintah Uji Coba Backup

/system backup test name=backup-2026-08-16.backup

Perintah di atas memberi sinyal apakah backup dapat dipasang ke sistem. Jika "Test Successful" muncul, backup aman dipakai.

Advance Tips: Bagaimana Backup Merusan Konfigurasi Ke Layer Layer

Jika ingin meninjau isi backup secara manual, Anda dapat menggunakan alat export .import pada MikroTik. Tetapi ini tidak langsung membuka file backup biner; Anda harus mengekspor konfigurasi ke file teks terlebih dahulu.

Export Konfigurasi

/export file=conf.txt

Perintah ini mengekspor konfigurasi ke file teks conf.txt, yang dapat dibaca dan diedit menggunakan editor teks. Namun, biasanya proses backup lebih cepat dan mengurangi risiko error.

Pengenalan File Backup: Strukturnya

File backup MikroTik terdiri dari beberapa bagian utama:

Karena sifat biner, tidak disarankan membuka file backup menggunakan editor teks. Jika masih menjadi syarat, sebaiknya konversi ke format teks menggunakan perintah /export seiring Anda memutar konfigurasi tersebut ke dalam file teks yang dapat diedit.

Pemeliharaan Backup: Backups Multi-Location

Selalu simpan backup di lebih dari satu lokasi. Berikut beberapa strategi: backup online ke server FTP, USB, dan penyimpanan cloud seperti Google Drive lewat script. Namun, jalankan skrip yang dapat mengelola penggunaan bandwidth agar tidak terlalu berat pada jaringan.

Backup ke Google Drive

Anda bisa menggunakan tool fetch yang dipadukan dengan aplikasi pihak ketiga (misalnya Google Drive API) pada remote server. Namun ini memerlukan VPN atau SSH tunneling. Alternatif lebih mudah: mengekspor file ke USB dan menyalin secara manual ke Google Drive.

Perbandingan Manual vs Otomatis

Prinsip Manual Otomatis
Kecepatan 1-2 menit pada konfigurasi sederhana Semua konfigurasi dalam 5-10 detik tergantung skrip
Keamanan Ringan, mudah melupakan waktu backup Semakin konsisten, backup lebih sering, risiko kehilangan lebih kecil
Ketergantungan Memerlukan admin aktif Kurang manusia, lebih stabil
Desain Bagus untuk audit manual Lebih baik untuk operasi berulang

Harus Diketahui tentang Versi Backup

Backup hanya dapat load pada versi RouterOS yang semantik sama atau lebih tinggi. Jika Anda memiliki backup dari RouterOS 6.45.2 lalu ingin memuat pada RouterOS 4.38, akan gagal. Pastikan Anda punya backup pada versi = atau > dari versi saat ini.

Contoh Skenario

Anda aktif di VPS MikroTik versi 7.1. Backup diambil pada 6.45. Namun, Anda menjalankan upgrade ke 6.50. Backup 6.45 masih dapat di-load ke 6.50. Menguni, melakukan upgrade ke 5.13, backup 6.45 tidak dapat dipindahkan. Karena perbedaan filternya.

Backup File Hanya Memakai Konfigurasi Minimal

Jika Anda menggunakan “Effective” backup, seluruh konfigurasi yang aktif di snapshot akan dicadangkan. Namun, backup tidak menyertakan data disk seperti file .pem yang privat atau sertifikat. Jika Anda membutuhkan backup system identification, Anda harus mengumpulkan file secara manual.

Ekstraksi File

/file print file=router.ipk

File .ipk biasanya berisi package list, berisi file .ipk. Anda dapat menyalin paket dan instalasi untuk backup lengkap.

Akses Remote dengan SSH dan SFTP

Jika Anda tidak memiliki akses fisik ke router, Anda dapat mengautentikasi dengan SSH (Secure Shell). Berikut perintah dasar:

ssh admin@192.168.1.1

Setelah login, Anda dapat melakukan backup melalui terminal. Untuk mengunduh backup, gunakan SFTP:

sftp admin@192.168.1.1:/backups/backup-2026-08-16.backup /home/user/downloads/

Anda juga dapat memanfaatkan expect untuk otomatisasi download.

Kesalahan Umum dan Cara Mengatasinya

Direktori File Tidak Ada

Jika backup gagal menulis ke direktori, pastikan hak akses file telah diatur. Di MikroTik, perintah /file set backup-file name=backup-file.backup comment="Backup internal" dapat menambah komentar atau hak akses.

Backup Tersebar Tidak Bisa Direset

Jika backup sudah valid namun tidak dapat load sedangkan backup memang bermasalah, jalankan perintah

/system backup test name=xxx.backup warn=data-missing

Setelah teridentifikasi, Anda dapat menghapus file backup dan membuat backup baru.

Backup Tersebut Membingungkan karena Password Tidak Ditetapkan

Jika backup tidak dilindungi password, siapa saja dapat mengakses data konfigurasi. Untuk keamanan, tetapkan password panjang minimal 8 karakter alfabet, angka, dan simbol. Contoh:

/system backup save name=secure-backup password=MyS3cUr3P@ssw0rd

Pastikan password tidak disimpan di catatan terbuka.

Pros & Cons dari File Backup MikroTik

Keuntungan Kekurangan
Backup seluruh konfigurasi dalam satu file Dapat mengambil waktu lama pada konfigurasi besar
Enkripsi opsional File tidak bisa dibaca tanpa RouterOS
Restore cepat Perlu hak akses root
Versi file fleksibel dengan perintah test Backup tidak mendukung backup data file non-configuration (misalnya log)

Rekomendasi Praktik Terbaik

  1. Backup Selalu Terjadwal: Jadwalkan backup minimal 2 kali sehari: pagi dan malam. Sesuaikan dengan kebutuhan, namun backup harian adalah minimum.
  2. Pengelompokan Backup: Pisahkan backup yang disimpan di off-site (misalnya di FTP aman) dan backup di on-site (USB, SSD).
  3. Rotasi Backup: Tahan backup 30-90 hari, tergantung kebijakan keperluan. Hapus otomatis backup yang lebih lama menggunakan scheduler.
  4. Uji Coba Restore: Setiap bulan backup harus diuji /system backup test dan segala backup yang gagal dihapus.
  5. Audit Log: Log semua aktivitas backup (manual dan otomatis) oleh skrip agar traceable.
  6. Encrypt Backup: Backup yang mencakup informasi sensitif harus memiliki password.
  7. Simpan Informasi Password Sekali: Saat generate password backup, catat di tempat aman. Tidak ada cara untuk mengembalikannya nanti.

Berikut Ringkasan Prosedur Singkat

Time To Go Back to The Router: In the End

Backup index: /backup dir di MikroTik menyimpan semua backup dengan ekstensi .backup. Pastikan Anda menyalin file backup setiap kali konfigurasi dirubah signifikan, misalnya setelah menambah firewall rules atau menambah NIC baru. Selain backup default, Anda dapat menambahkan konfigurasi .ipk untuk version package snapshot dibaca secara manual.

Kapan Backup Mungkin Tidak Boleh Di-Amati

Jika Anda berada di lingkungan produksi, lakukan backup secara asynchronous sehingga tidak mengganggu lalu lintas jaringan singkat. Gunakan frontend=fast alias backlog perintah serial seperti netname= hanya di jendela muat. Jangan lupakan -ndo mask untuk performance.

Penutup

MikroTik RouterOS menyediakan mekanisme backup yang cukup kuat. Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat mengamankan konfigurasi router, memulihkan data dengan cepat, dan menjaga jaringan tetap stabil. Proper management, automated scheduling, and regular testing are the key to ensuring data integrity. Selalu jalankan backup sesuai kebijakan, simpan backup secara koheren, dan pertahankan catatan password di tempat yang aman. Implementasikan praktik-praktik keamanan yang tepat, dan gunakan fungsionalitas Scheduler dan Script untuk menjaga backup Anda tetap up-to-date.

Kembali