Kembali

2026-08-17 16:14

Backup Otomatis Mikrotik melalui FTP

Mikrotik RouterOS merupakan sistem operasi router yang canggih dan fleksibel. Salah satu fitur penting yang sering diabaikan oleh banyak administrator jaringan adalah mekanisme backup secara otomatis. Dengan adanya backup otomatis, konfigurasi router dapat disimpan ke server remote sehingga bila terjadi kegagalan sistem, data konfigurasi dapat dipulihkan dengan cepat. Salah satu metode paling praktis dan murah adalah menggunakan FTP (File Transfer Protocol) sebagai media penyimpanan backup.

Susunan Materi

Pengenalan Mikrotik dan Kepentingan Backup

Mikrotik RouterOS memungkinkan pengguna mengatur semua fungsi jaringan — dari firewall, VPN, hingga routing OSPF — hanya melalui baris perintah, Winbox GUI, atau API. Sistem ini beroperasi dengan file konfigurasi .rsc yang menyajikan semua perintah yang telah dijalankan. Setiap kali Anda menambahkan atau mengubah konfigurasi, file .rsc bersifat kumulatif, sehingga semua perubahan tercatat secara terstruktur.

Tanpa backup, kehilangan konfigurasi bisa disebabkan oleh:

  1. Perubahan manual yang salah.
  2. Sistem gagal secara fisik (kerusakan hard drive, power failure).
  3. Kode firmware yang rusak akibat update.
  4. Serangan ransomware yang memodifikasi file konfigurasi.

Backup rutin menyediakan jaringan Anda “point-in-time recovery” – memulihkan sistem ke kondisi instansi sebelum kerusakan terjadi. Proses ini dapat dianggap sebagai borongan “Business Continuity Plan” yang meminimalkan downtime.

Siguruh Panduan tentang FTP

FTP adalah protokol yang paling umum dipakai untuk mentransfer berkas antara client dan server. Panjang sejarahnya menandakan kemudahan, kestabilan, dan dukungan lintas platform.

Keuntungan FTP dalam konteks backup Mikrotik:

Membuat Akun FTP di Server

Berikut contoh langkah-langkah mengatur FTP server di Linux (contoh: vsftpd). Pada Windows dapat menggunakan FileZilla Server atau IIS FTP Service sementara pada macOS dapat menggunakan sftp default.

  1. Instal vsftpd:
    sudo apt update
    sudo apt install vsftpd
    
  2. Backup file konfigurasi asli:
    sudo cp /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.original
    
  3. Edit file konfigurasi:
    sudo nano /etc/vsftpd.conf
    
  4. Ubah atau tambah baris berikut:
    # Izinkan login anonim
    anonymous_enable=NO
    
    # Aktifkan lokal user login
    local_enable=YES
    write_enable=YES
    
    # Izinkan transfer ke direktori home
    local_umask=022
    
    # Mode passive
    pasv_enable=YES
    pasv_min_port=30000
    pasv_max_port=31000
    
  5. Restart service:
    sudo systemctl restart vsftpd
    
  6. Tambahkan user khusus untuk Mikrotik, misalnya nama pengguna mikrotikuser.
    sudo adduser mikrotikuser
    # Beri password, atur home dir ke /var/ftp/mikrotik
    sudo mkdir -p /var/ftp/mikrotik
    sudo chown mikrotikuser:mikrotikuser /var/ftp/mikrotik
    
  7. Pastikan port 21 (default FTP) dan port 30000-31000 (passive mode) terbuka di firewall server:
    sudo ufw allow 21/tcp
    sudo ufw allow 30000:31000/tcp
    

Di sisi Mikrotik, Anda memerlukan informasi berikut:

Menyiapkan Skrip Backup di Mikrotik

Mikrotik RouterOS menyediakan perintah /system backup save yang mengexport konfigurasi ke file berformat .backup. File ini bisa langsung dikirim ke FTP, karena RouterOS punya modul FTP client yang terintegrasi. Langkah pertama adalah membuat skrip yang menghasilkan file, lalu mengirimkannya ke server FTP.

Contoh Skrip Backup:
/system backup save name=backup_temp
:local fileName "backup_$(/system clock get time)&$(/system clock get date).backup"
/file move backup_temp dst-path=$fileName
/file print
:put "Backup selesai: $fileName"
/tool fetch address=192.168.1.10 port=21 user=mikrotikuser password=secret \
./file=$fileName put=yes
/file remove $fileName

Penjelasan tiap perintah:

Anda juga dapat menambahkan variabel untuk menciptakan struktur direktori berdasarkan bulanan dan tahunan:

Variabel direktori berbasis tahun dan bulan:
:local year [/system clock get date][/pick 0 4]
:local month [/system clock get date][/pick 5 8]
:local dir "&lt;year-><month><ftp-folder>"
/tool fetch address=192.168.1.10 user=mikrotikuser password=secret \
/file=$fileName put=$dir

Jika Anda menginginkan nominal backup terenkripsi secara otomatis, Anda bisa menambahkan perintah /file encrypt sebelum upload. Namun, RouterOS tidak menyediakan enkripsi standar, jadi opsi terbaik adalah mengupload file ke server FTP yang dijaga keamanannya (file encryption aside).

Menyesuaikan Skrip untuk Batch Siklus

Jika jaringan memiliki lebih dari satu RouterOS hub atau Anda ingin mem-backup tiap device sekaligus, Anda dapat membuat skrip multi-job. Disana, /system scheduler akan men-trigger skrip di setiap router dengan parameter host & port.

Menjadwalkan Backup Otomatis: Scheduler

Mikrotik memiliki modul /system scheduler yang memungkinkan perintah terlaksanakan pada interval tertentu. Selanjutnya, akan dilakukan contoh menambahkan job setiap 6 jam.

/system scheduler add \
name="AutoBackup" \
interval=6h \
on-event=":log info \"Backup Grooming 6h di atas \";\
/system backup save name=backup_temp;\
:local fileName \"backup_$(/system clock get time)&$(/system clock get date).backup\";\
/file move backup_temp dst-path=$fileName;\
/tool fetch address=192.168.1.10 port=21 \
    user=mikrotikuser password=secret \
    src=$fileName put=yes;\
/file remove $fileName"

Penjelasan:

Jika Anda membutuhkan backup hari Minggu seminggu sekali, gunakan days-of-week="1" (di RouterOS, 1 = Sunday).

Contoh weekly backup:
/system scheduler add name="WeeklyBackup" \
  interval=1d days-of-week=1 start-time=02:30:00 \
  on-event="/system backup save name=weekly_temp;\
:local fileName \"weekly_$(/system clock get date).backup\";\
/file move weekly_temp dst-path=$fileName;\
/tool fetch address=192.168.1.10 user=mikrotikuser password=secret \
    src=$fileName put=yes;\
/file remove $fileName"

Pengaturan Scheduler Multi-Host

Jika Anda mempunyai 3 perangkat mikrotik, Anda dapat menambahkan job yang memanggil skrip shell yang dapat diatur menggunakan Bash script di server. Namun, lebih sederhana adalah menambahkan ip address untuk setiap router, lalu mengeksekusi via remote rumus Skrip. Penting untuk menyesuaikan firewall inbound/outbound ports di masing – masing router.

Pengujian Backup dan Verifikasi

Node penting untuk memeriksa backup yang telah dibuat. Berikut cara memverifikasi di RouterOS dan FTP server.

1. Memeriksa File di RouterOS

Periksa ID Backup:
/file print where name~"backup.*"

Pastikan file bernama backup_YYYY-mm-dd_HH:MM:SS.backup ada di direktori /file. Jika tidak, periksa log. Catatan: /system backup print juga memberikan ID internal yang dapat ditelusuri.

2. Validasi File di FTP Server

Buka FTP client seperti FileZilla, terhubung ke server dengan pengguna dan password yang sama, dan pastikan file backup berada di direktori yang reguler. Pastikan ada file terakhir yang sesuai dengan jadwal. Jika tidak, periksa firewall port 21 & passive ports.

3. Mengambil Versi Backup

Untuk memastikan file backup berfungsi, unduh satu file .backup dan pasang ke perangkat test. Proses ini melibatkan melepas nama backup_test.backup ke router test.

Pengambilan & Restore:
/tool fetch address=192.168.1.10 user=mikrotikuser password=secret \
src="backup_20240814_02-30-00.backup" download=yes dst-path=backup_test.backup
/system backup load name=backup_test.backup

Jika restore berhasil, RouterOS restart dan kembali ke konfigurasi yang ingin dipulihkan.

Perbaikan Masalah Umum

Masalah Penyebab Solusi
FTP gagal dial Firewall menolak port 21/Passive ports. Pastikan aturan ip firewall filter add action=accept protocol=tcp tcp-port=21,dst-port=20000-21000 place-before=0.
File backup tidak terupload Direktori tujuan tidak ada di server. Pastikan user memiliki hak akses write ke direktori.
Scheduler tidak berjalan Interval / days-of-week salah format. Gunakan interval=1d dengan days-of-week=1.
File backup kosong Kesalahan pada perintah /system backup save. Verifikasi dengan /system backup load & /file print.
Waktu backup tidak sesuai Server dan router memiliki timezone berbeda. Set timezone dengan /system clock set time-zone-name=Asia/Jakarta. Pastikan juga /system scheduler start-time.

Best Practices dan Tips Keamanan

  1. Gunakan SFTP/FTP Secure – Jika memungkinkan, gunakan SFTP (SSH File Transfer Protocol). RouterOS menyediakan /tool fetch untuk SFTP. Ini menambah lapisan enkripsi.
  2. Hapus Backup Lama – Terapkan kebijakan retensi (misalnya, simpan 10 backup terakhir). Skrip dapat menambahkan /file find where name~"backup_.*" | foreach remove.
  3. Blokir Akses di Router Outlet – Pastikan hanya perangkat dengan IP tertentu yang diizinkan melakukan upload. Tambahkan aturan firewall outbound.
  4. Penggunaan Folder Berdasarkan Host – Organisasi folder mengurangi kebingungan. Jika banyak host, buat direktori per router.
  5. Audit Log – Aktifkan system logging untuk file /log-file. Termasuk perintah /log file set.
  6. Hardening Backup File – Tambahkan shell gzip atau openssl untuk enkripsi tambahan di sisi server.
  7. Backup Konfigurasi Estetika – Setelah backup, ada baiknya mengekspor konfigurasi sebagai .rsc. Gunakan /export file=router_config_$(/system clock get date.backup).
  8. Monitoring Storage Space – Pastikan folder backup di server memiliki cukup kapasitas. Skrip /file print file-info size dapat menampilkan ukuran file.

Kesimpulan dan Rekomendasi Lanjutan

Backup otomatis via FTP memungkinkan administrator jaringan mengamankan konfigurasi RouterOS mereka dengan efisien tanpa keterlibatan manual. Kerangka kerja skrip, scheduler, dan firewall yang benar menyediakan sistem tangkas dan kompatibel. Namun, langkah selanjutnya bisa melibatkan penambahan elemen kenyamanan dan keamanan.

Rencana Jangka Panjang:
  1. Penggunaan VPN atau Tunnel SSH dari Mikro di ke server, menghindari penggunaan FTP publik.
  2. Penerapan Version Control System (Git) untuk konfigurasi .rsc yang bisa diverifikasi melalui diff.
  3. Integrasi dengan Monitoring Tools (Grafana/InfluxDB) untuk grafik kecepatan upload, error, atau stigma.
  4. Pemanfaatan OpenAPI / REST API RouterOS untuk memicu backup via HTTP POST.
  5. Backup Data Housekeeping menggunakan cron di server untuk menghapus file lama secara berkala.

Implementasi backup otomatis tidak harus berakhir di FTP. Dengan menetapkan pola pikir "protect, test, repeat", Anda memastikan jaringan Anda resilient terhadap kegagalan dan serangan. Selamat mencoba, dan pastikan log selalu Anda cek.

Semoga artikel ini menjadi panduan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan backup otomatis Mikrotik via FTP. Selamat beroperasi dengan lebih aman dan teratur!

Kembali